Menyontek,titip absen,menyuap,mark up dan masih banyak hal-hal ilegal lain saat ini dianggap "biasa" oleh kebanyakan orang. Mengapa dianggap biasa?Karena banyak juga orang lain yang melakukannya?Apakah hal tersebut bisa dijadikan pembenaran bagi hal-hal yang jelas-jelas ilegal tersebut?
Ah!Itu cuma kecil, gak perlu dipermasalahin, begitu jawaban beberapa orang. Tapi ingat pepatah yang mengatakan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Dari hal-hal kecil tersebut dapat berakibat sesuatu yang "besar".
Dari yang mark up 10 ribu jadi korupsi 1 miliar, dari yang cuma titip absen jadi pemalsuan tanda tangan dan masih banyak lagi.
Kebanyakan orang saat ini,akan menganggap sesuatu benar karena dilakukan oleh banyak orang meskipun sebenarnya hal tersebut tidak benar.Banyak belum tentu benar.Benar tetaplah benar dan salah tetaplah salah. Banyak orang yang melakukan tidak dapat dijadikan pembenaran bagi kesalahan yang dibuat.
Saat ini, sudah semakin tipis perbedaan antara yang benar dengan yang salah. Hal ini tidak terpisah dari adanya pembenaran dari kebiasaan-kebiasaan ilegal yang dilakukan kebanyakan orang.
Memang tidak semuanya yang benar itu baik. Yang benar saja belum tentu baik apalagi yang salah. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita bertindak untuk sesuatu yang baik dengan cara yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar